"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Rabu, 27 Juni 2012

Mencuri Keridhoan Guru

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu turut membersihkan rumah guru saya (Habib Umar bin hafidz), membantu membawakan sandalnya, terus mendekati beliau agar jika beliau perlu sesuatu saya adalah budaknya yang paling dekat yang siap diperintah.

Terus saya menempel Guru Mulia saya sampai beliau masuk ke rumahnya larut malam. dan sebelum beliau keluar menuju shalat subuh di masjid, saya sudah berdiri mematung di depan pimtu beliau dengan penuh kerinduan, atau sambil duduk. Begitu beliau keluar saya segera menyalaminya dan menjadi ajudannnya sampai masjid. Demikian yang paling sering saya lakukan.

Selepas orang-orang banyak berkumpul di kediaman beliau saya diam saja duduk tanpa hajat. Masing-masing orang mengemukakan hajatnya dan minta doa, saya diam saja menatap beliau sambil menikmati indahnya wajah beliau dan gerak gerik beliau. Jika gelas air minum beliau mulai kosong saya maju mengambilnya dan memenuhinya kembali kecuali jika beliau mengatakan cukup, saya mundur lagi bagai ajudan yang siap menerima perintah.

Maka suatu ketika

Jumat, 22 Juni 2012

Sang Murabby: Pelajaran Mengabsen!


Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu saat pesantren bersama guru mulia, jumlah kami dibawah 100 orang, saya sebelumnya penasaran bagaimana guru saya hanya melihat selirik seputar jamaah, lalu menyebut nama murid murid yg tak hadir, apakah ini mukasyafah (kekuatan batin)? Akhirnya saya tanyakan kepada beliau, beliau hanya tersenyum tak menjawab.

Lalu suatu kali saya diberitahu teman-teman, bahwa kita ini kalau tidak pakai absen (di sana saat itu belum mengenal absen karena semua murid bersemangat belajar), maka kita akan merugi pulang ke indonesia dengan ilmu yg mentah.

Maka saya ajukan pada beliau, "Bagaimana jika di absen?,"

Rabu, 20 Juni 2012

Habib Ali Al Jufri - Isra' Mi'raj di Monas Indonesia

 Terjemah Tausiyah Adda'ilallah Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Jufry Pada Peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW di Monas pada tanggal 16 Juni 2012

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Limpahan Puji kehadirat Allah SWT , atas kenikmatan Islam dan kenikmatan Iman. Segala puji atas Kalimah “Laa ilaahaillallah”, Segala Puji Bagi Allah atas kecintaan kepada Sayyidinaa Muhammad SAW yang tersuci yang terpilih yang kita berkumpul untuk mendengarkan daripada sirah Nabi Muhammad SAW. Shalawat dan Salam yang denganya semoga membuka hati seluruh yang hadir disini untuk mencintai Beliau, untuk meminum daripada telaga Haud Beliau, untuk menganut dan mengidolakan Beliau Nabi Muhammad SAW.
Tidaklah yang menguntungkan kita semua terkecuali karena kecintaan kita pada Nabi Besar Muhammad SAW. Kalau bukan karena kecintaan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, maka tidaklah kita dikumpulkan diperkumpulan yang mulia ini. Dan perkumpulan kecintaan kalian ini yang berada dihatimu besar ataupun kecilnya itu adalah kabar gembira. Bahwa engkau mempunyai sambungan yang tiada terputus dengan cinta Nabi Muhammad SAW kepadamu. Rosulullah SAW telah mengisyaratkan tentang cinta yang telah kita sebutkan tadi, bahwa Rosulullah SAW wajah terindah dan akhlak yang terindah serta akhlak para sahabatnya yang memiliki kadar yang tinggi disisi Allah SWT. Rasulullah berkata: “Aku cinta, Aku rindu untuk bertemu dengan umat-umatku” yaitu kalian saudara-saudaraku.