"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Tampilkan postingan dengan label Cerita Habibana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Habibana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2016

Sang Raja Sanubari

Malam ini...
Aku merindukan saat-saat itu...
Saat masih bisa mendengar nasihat Beliau secara langsung...


Selasa, 08 April 2014

Habib Munzir Al-Musawa di Mata Putra-Putrinya




"... Saya sering diberi pesan untuk enggak malas belajar. Setiap selesai salat subuh Abi selalu mengecek kamar untuk melihat apakah saya belajar atau tidak,” ucap Hasan dengan wajah polos.
 

**************

“… Saya, Hasan, dan Umi menyusul. Abi langsung masuk ruang ICU. Setelah kami menunggu dua jam, pihak RS menyatakan Abi sudah meninggal dunia,” papar Muhammad tegar.

Ketika mendengar kabar itu, kata Muhammad, adiknya Hasan sempat menangis. Namun ia bersama Uminya memberikan pengertian dan menguatkan sang adik. “Saya mengatakan kepadanya, seberapa banyak air mata yang kau keluarkan tidak akan bisa menghidupkan lagi Abi,” ujarnya bijaksana.

Menurut Muhammad, uminya juga terus menguatkan dan meminta kedua putranya untuk berlapang dada dan mendoakan abinya, sebab memang sudah waktunya ia pergi.  “Semua harus ikhlas dan kuat, terutama ketika Abi dimakamkan. Alhamdulillah sayalah yang mengazankan beliau,” sahut Muhammad. Sayangnya, kata Muhammad, kakak tertuanya Fatimah Al-Munsawa tak bisa menghadiri pemakaman ayahnya lantaran masih melanjutkan studi di Darulmustafa Hadramaut, Yaman.

Senin, 28 Januari 2013

Maulid Nabi: Langitpun Ridho dengan Do'a Habib Munzir

Tadi pas Maulid di Monas, Hujan turun seketika lumayan lebat... Jamaah sudah ada yang make payung, namun tetap pada tempatnya masing-masing. Mataku pun langsung menuju kepanggung... Ku cari wajah mulia kecintaanku, wajah nan damai Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa namun tak kudapati beliau, aku cari-cari diseluruh panggung namun tak kudapati, hanya orang-orang Mulia yang diatas panggung memandang kearah kiri mereka...

Ya Habibina turun panggung ketika hujan lebat itu, SEKETIKA ITU PULA LANGIT ENGGAN DAN MALU, DAN HUJAN PUN BERGANTI KESEJUKKAN... Masya Allah, kenapa engkau duhai langit? Apakah engkau tidak tega melihat beliau yang terlalu sering tertatih (bahkan walau dengan kursi roda) namun penuh semangat untuk membimbing para Jamaah? Apapun itu duhai langit, sungguh engkau lebih beradab daripada orang-orang yang membenci dan memfitnah beliau ^_^


Tak lama beliau yang Mulia pun naik ke panggung bersama bapak Presiden SBY, dan saat mahal qiyam selesai, beliau berkata bahwa langit ridho dengan bapak SBY makanya hujan pun berhenti ketika beliau datang ^_^ sungguh mulia sekali akhlak beliau ^_^ padahal beliau yang menganggkat tangan berdo'a di guyuran hujan ^_^

dikutip dari: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=467767999954316&set=a.128247643906355.21151.120416661356120&type=1&relevant_count=1

#
dari twitter @galby06: Jarang2 lihat Habibana Munzir ngeluarin kramat nya, hujan... habib turun angkat tangan beliau, dan hujan pun reda dalam sekejap.SUBHANALLAH

Kamis, 12 Juli 2012

Membina Keluarga

Suatu ketika ada yang bertanya kepada Habib Munzir al Musawa, bagaimana Habibana membina keluarganya.

Beliaupun menjawab:
"Saya? Membina keluarga saya? Saya berusaha membina keluarga saya untuk selalu dalam naungan sunnah Nabi saw semampunya, sisanya saya selalu bermunajat pada Allah agar Allah turut berperan serta dalam menuntun mereka dalam keluhuran.... Mengenai istri sholihah, sebaik-baik istri yang sholihah adalah istri yang mencintai sunnah dan berusaha terus mempelajari sunnah dan berusaha pula mengamalkannya.
:)

Selasa, 03 Juli 2012

Ketika Rindu Allah

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya pernah di suatu malam saya rindu pada Allah dan ingin lebih dekat denganNya, maka saya tinggalkan rumah dan mencari masjid. Saya lihat masjid itu terkunci, maka saya hanya duduk di teras masjid yang berdebu, bagaikan pengemis yang mengemis di teras istana Sang Raja.
ah... Indah sekali malam itu.. Hal itu terjadi 11 tahun yang silam, namun kenikmatan dan keindahan malam munajat itu hingga kini masih terasa hangat.

Rabu, 27 Juni 2012

Mencuri Keridhoan Guru

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu turut membersihkan rumah guru saya (Habib Umar bin hafidz), membantu membawakan sandalnya, terus mendekati beliau agar jika beliau perlu sesuatu saya adalah budaknya yang paling dekat yang siap diperintah.

Terus saya menempel Guru Mulia saya sampai beliau masuk ke rumahnya larut malam. dan sebelum beliau keluar menuju shalat subuh di masjid, saya sudah berdiri mematung di depan pimtu beliau dengan penuh kerinduan, atau sambil duduk. Begitu beliau keluar saya segera menyalaminya dan menjadi ajudannnya sampai masjid. Demikian yang paling sering saya lakukan.

Selepas orang-orang banyak berkumpul di kediaman beliau saya diam saja duduk tanpa hajat. Masing-masing orang mengemukakan hajatnya dan minta doa, saya diam saja menatap beliau sambil menikmati indahnya wajah beliau dan gerak gerik beliau. Jika gelas air minum beliau mulai kosong saya maju mengambilnya dan memenuhinya kembali kecuali jika beliau mengatakan cukup, saya mundur lagi bagai ajudan yang siap menerima perintah.

Maka suatu ketika

Jumat, 22 Juni 2012

Sang Murabby: Pelajaran Mengabsen!


Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu saat pesantren bersama guru mulia, jumlah kami dibawah 100 orang, saya sebelumnya penasaran bagaimana guru saya hanya melihat selirik seputar jamaah, lalu menyebut nama murid murid yg tak hadir, apakah ini mukasyafah (kekuatan batin)? Akhirnya saya tanyakan kepada beliau, beliau hanya tersenyum tak menjawab.

Lalu suatu kali saya diberitahu teman-teman, bahwa kita ini kalau tidak pakai absen (di sana saat itu belum mengenal absen karena semua murid bersemangat belajar), maka kita akan merugi pulang ke indonesia dengan ilmu yg mentah.

Maka saya ajukan pada beliau, "Bagaimana jika di absen?,"

Sabtu, 18 Februari 2012

Maulid di Masjid Nabawi Madinah

dari Habib Munzir al Musawa:


.... saya tak berani menyebut keseluruhannya, namun ketika seorang terpercaya bertanya di Madinah, "Wahai Guru Mulia (Habib Umar bin Hafidz, red.), kapan Madinah ini akan membaca maulid besar-besaran?"

beliau menjawab, "Aku dan engkau akan masih hidup saat pembacaan maulid agung di Masjidinnabawiy dan Masjidil Aqsha...!"

"Maulid Dhiya'ullami kah..?"

beliau tersenyum dan berlalu

...
baca selengkapnya di sini

:)

Selasa, 22 November 2011

Madu Mengobati Seluruh Penyakit


Tanya: Habib Munzir yang ane muliakan ada beberapa hal yang ingin ane tanyakan mengenai penyakit dan obatnya.. bagaimana cara menyembuhkan penyakit kista, tumor, dan kanker selain dengan cara pengangkatan(operasi)?

==
Habib Munzir al Musawa
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
banyak resep nabawiy, saya ajarkan salah satunya, konsumsi madu setiap hari, itu sudah cukup mengobati seluruh penyakit, Allah yg menyatakannya : "...Keluar dari perut lebah itu minuman yg beragam warna, yg mengandung kesembuhan bagi manusia, dan padanya terkandung tanda tanda kebesaran Allah bagi yg mau berfikir" (QS Annahl 69).

ada saudara kita terkena aids, ia mengkonsumsi madu setiap hari dg maksud

Senin, 01 Agustus 2011

Kisah Jalan Hidup Mantan Rocker Menuju Kemuliaan



iseng jalan2 ke Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
ga sengaja nemu ini, sebuah kisah dari mantan seorang Rocker.
Bagus, semoga dapat bermanfaat bagi diri saya sendiri dan pembaca semua.
---------------

Judul Asli: Gara-Rara MR (*MR=Majelis Rasulullah)
Berikut ceritanya:
Dalam menyambut dan sebagai tanda syukur al faqir atas hari kelahiran Guru Mulia Al Habib Munzir Al Musawa, MAKA...
Sekilas disini al faqir kan menceritakan betapa keberkahan Habibana Munzir dan kekeutan majelis dzikir serat majelis shalawat telah memberi perubahan yang berarti bagi al faqir.

Semoga niat al faqir dalam menceritakan ini lurus sehingga tak ada riya dalam hati.
Semoga cerita ini dapat dimaklumi jika sedikit
" mengotori" situs mulia ini.
Sungguh hal ini al faqir sampaikan atas dasar syukur kehadirat ALLAH SWT yang menganugerahkan hidayah sehingga dapat bergabung dengan majelis mulia ini.
Jika Allah berkehendak semoga cerita ini bermanfaat bagi mereka yang belum menikmati dan termuliakan dalam majelis ini.
Jika muncul pengingkaran atas keberkahan dzikir dan shalawat dari sebagian saudara muslimin maka mungkin cerita al faqir insya allah menjadikan "sedikit nasehat" bagi mereka.Sebenarnya al faqir malu dan kurang pantas untuk menceritakan sedikit ibadah yang jauh kesempurnaan ini.

"TENTU SAJA SAYA MENYERAHKAN KEBIJAKAN KEPADA AL HABIB, JIKA SAJA CERITA INI BELUM LAYAK DAN KURANG PANTAS DI TAMPILKAN, MAKA AL FAQIR MAKLUM ADANYA"

_______________________________________________________
Sebelumnya bergabung dengan majelis mulia ini hari hari saya selalu dan terus di isi dengan hal yang sia sia belaka.
Idolaku adalah mereka kaum barat dengan musik keras yang penuh umpatan sumpah serapah sebut saja (maaf) limp bizkit/korn/linkinpark/metallica/disturbed dan banyak band aliran keras lainya.Setiap hari tak luput satu dan beberapa kaset dari mereka saya dengar, dengan berteriak teriak memecah telinga yang tentu saja mengganggu tetangga.Moto saya waktu itu , sehingga bangun tidur, akan tidur dan setiap saat selalu memperdengarkan mereka itu.

Suatu ketika

Minggu, 31 Juli 2011

Cara Mendidik Anak dan Istri


Assalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mohon bimbingannya ayahandaku, bagaimana cara yg efektif dalam mendidik istri dan anak2 dalam beribadah? perkenalkan anak kami bernama Kautsar Ramadhan wasim ahmad dan muhammad faris (yg memberi nama ayahanda habib munzir) bagaimana cara memberi tonggak pondasi yg baik dalam agamanya? Apakah harus di sekolahkan ke pesantren atau sekolah biasa tp di tambah dg belajar ngaji dg ustadz?

beribu2 terima kasih ya ayahanda atas segala jawaban serta mohon di doákan kami sekeluarga dapat diberikan kekuatan untuk membentuk keluarga yg sakinah mawaddah warrahmah. amin. salam rindu dan sayang dari kami. (minta lafadz doá yg biasa ayahanda baca untuk istri dan anak2)
wassalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh

Habib Munzir al Musawa:
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Limpahan kasih sayang dan Rahmat Nya swt semoga selalu tercurah pada anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
didiklah putra anda secara bathin dan dhahir, yaitu dengan mengajarkan lafadh yg pertama diucapkannya adalah lafadh ALLAH, sebelum lafadh MAMA atau PAPA, hal hal semacam itu tampaknya remeh namun merupakan suatu keluhuran yg sangat bermanfaat baginya kelak, dan sering seringlah ia diikutkan dalam ibadah, misalnya saat ibunya atau anda mengaji, biarkan ia bermain disekitar kita, hingga suara Alqur'an terus mewarnai aliran darahnya, dan bila kebetulan orang tuanya tahajjud atau lainnya, biarkan anak itu dekat padanya hingga ia tertular cahaya sujud.

Senin, 18 April 2011

Pesan dari Al Habib Umar bin Hafidz


Pesan dari al Musnid al Alamah al Arifbillah as Sayyid al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, disampaikan oleh Habib Munzir bin Fuad al Musawa dalam jalsah Majelis Rasulullah SAW di MAsjid al Munawar Pancoran, tgl 21 Maret 2011

Hadirin hadirat, ada beberapa pesan dari guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, ada hal-hal yang bisa saya sampaikan kepada jamaah ada ada yang tidak bisa saya sampaikan. Diantara hal yang bisa saya sampaikan adalah bahwa beliau menghimbau dan menginginkan kita semua untuk membuat halaqah-halaqah (perkumpulan) ibadah di rumah-rumah, mushalla atau di masjid. Misalnya si fulan sangat gemar membaca Al Qur'an maka buatlah halaqah Al Qur'an dengan mengajak teman-temannya ngaji 5 atau 6 orang atau lebih dengan cara berpindah-pindah dari rumah ke rumah setiap malam atau setiap minggu. Atau jika si fulan sukanya Ilmu Fiqh, maka carilah guru yang bisa mengajar Fiqh dan adakan pertemuan di rumah dengan berpindah-pindah dari rumah ke rumah, mengapa harus berpindah-pindah dari rumah ke rumah? supaya penduduk rumah itu yang tinggal di rumah itu atau yang kebetulan datang berkunjung, mereka juga ikut mendengarkannya. Begitu juga yang suka dzikir atau maulid maka buatlah perkumpulan antara 5, 10 atau 20 rumah,

Selasa, 25 Januari 2011

Perjalanan Habib Munzir Al Musawa ke Lirboyo Kediri dan Langitan Tuban


Senin, 10 januari 2011

Selepas majelis kita di almunawar, kami sudah siaga, Munzir almusawa, Saeful Zahri, Muhammad Ruhiy, KH Ahmad baihaqi, dan Muhammad Ainiy. Walau hati hamba masih ragu, untuk menuju kediri silaturahmi sekaligus mengundang Ayahanda KH Idris Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo untuk hadir pd acara Maulid Akbar Majelis Rasulullah saw di Monas pd 15 februari 2011 (12 rabiul awal 1432 H), dan sekaligus perjalanan untuk menghadiri undangan Haul Akbar tahunan di pesantren Langitan, Tuban, oleh ayahanda KH Abdullah Faqih, sekaligus mengundang beliau pula untuk hadir ke maulid akbar kita tersebut.


Kamis, 18 November 2010

Keseharian Habib Munzir al Musawa


QUESTION:
pada kesempatan ini, saya hendak meminta Habibana untuk bercerita tentang keseharian keluarga Habibana: istri dan anak-anak Habibana dari segi tarbiyah, zuhud, qanaah, lembut, sabar, wara, dalam ibadah dll supaya kami bisa meniru dalam menciptakan kelurga dengan cahaya Ilahi insyaAllah.

ANSWER:
hamba pendosa ini bukanlah yg patut dicontoh sebagai guru yg baik dan panutan yg baik, walaupun hamba berusaha mencapai kehidupan yg zuhud, wara, tawadhu, sakinah, dalam rumah tangga dan dalam bermasyarakat.

zuhud adalah hidup dg sederhana dalam keduniawian, hamba belum mampu mencapainya, namun sebagian usaha yg hamba lakukan adalah menghilangkan cinta pada semua hal yg bersifat duniawi, berupa harta dll yg tidak ada sangkut pautnya dg asesoris dakwah.

Senin, 01 November 2010

Wahai Guru Nan Lembut dan Damai


Kubersimpuh Rindu Walau Beberapa Menit Pada Sang Guru Mulia Nan Lemah Lembut

Senin 18 oktober 2010 hamba meluncur dengan penerbangan pertama dari bandara Soekarno Hatta Jakarta pk 6.35 wib menuju Bandara Changi Singapura, tiada niat lain selain melepas rindu pada Guru mulia, manusia yang paling kucintai di bumi ini, dan telah menjadi sumpah setiaku bakti hidupku dan matiku adalah untuk berbakti pada beliau, yang beliau adalah hamba yang hidup dan mati beliau untuk berbakti pada Sang Nabi saw, yang Sang Nabi saw hidup dan mati beliau saw untuk berbakti pada Allah swt.

Hamba tiba pk 9.00 waktu singapura (8.00 wib), dan menanti kedatangan Sang Guru Mulia yang akan tiba di Changi Airport Singapura pd pk 9.00 waktu singapura pula, ketibaan dari Kualalumpur.

Ternyata pesawat beliau delay (tertunda) dan beliau baru keluar pk 11.30 waktu singapura, hanya sekitar dua puluh orang saja yang menanti kedatangan beliau di bandara Changi, maka hamba menangis melihat wajah mulia nan penuh kedamaian itu melangkah dengan santai menuju pintu exit, tiada desak desakan dalam menyalami beliau, dan hamba mohon waktu berbincang sesaat dengan beliau di bandara, sebelum beliau meneruskan ke kota singapura dengan acara yang padat pula,

Beliau tersenyum dan menyambut karung dosa ini dengan teguran lembut.. selamat jumpa wahai sayyid munzir..”,

Minggu, 05 September 2010

Sekilas Kabar dari Kota Cahaya


Sekilas Kabar dari Kota Cahaya


Selasa 7 Juli 2009 pk 15.00 wib saya meninggalkan Bandara Soekarno hatta Jakarta menuju Madinah Al Munawarah, Penerbangan Yemenia Air yg membawa saya dan Muhammad Qalby sempat transit sekitar 2 jam di Dubai, lalu transit sekitar 2 jam di San'a, lalu tiba di Jeddah pk 04.00 dinihari waktu Jeddah (- 4 jam dari WIB)..

Ketika pesawat sudah berada diatas kota Jeddah, mulailah terlintas dihatiku fitnah akidah di negeri ini, adakah saya dg asesoris pakaian seperti ini akan membuat saya dipersulit?, Wahai Tuhan Pemilik Kota Jeddah dan Madinah, beri aku keamanan dan perlindungan di kota kota ini yg Engkaulah pemilik Tunggalnya… airmata mulai tak tertahan.. pesawat mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dg selamat..

Firasat saya terjadi, terjadi beberapa halangan yg cenderung disengaja dalam mempersulit saya di Bandara tsb, namun banyak pula orang orang baik yg menjabat atasan dan petinggi di Bandara itu, justru mereka yg menyambut hangat dan beberapa kali menolong saya ketika dipersulit oleh beberapa oknum,

Selasa, 06 April 2010

Perjalanan Surabaya-Singapura-Bali


ditulis oleh:
Habib Munzir Al Musawa
www.majelisrasulullah.org

*************
*************

Laporan Dakwah Denpasar Bali


Dinihari selasa, 23 ferbruari 2010 saya bersama Muhammad Ainiy bertolak meninggalkan bandara Soekarno hatta, kali ini tujuan kami adalah Denpasar Bali, perbedaan waktu denpasar (WITA) adalah 1 jam lebih dahulu daripada Jakarta, kami tiba dg sambutan hangat para kordinator Majelis Rasulullah saw wilayah Bali, Bpk KH Badrudin, Hb Talib Assegaf, Hj Rois, Hj Kholid, dan bersama para pendukung dakwah lainnya.

Dari bandara Ngurah Rai Denpasar kami langsung berkunjung ke Kediaman Raja Bali, ia menyambut kami dg hangat dan akrab, ia meminta maaf karena tidak sedang menggunakan pakaian kebesarannya karena kedatangan kami mendadak. Saya pribadi mempunyai banyak maksud dalam kunjungan ini, mengingat dakwah majelis Rasulullah dengan pesat berkembang, maka akan sangat menyolok bagi penganut agama hindu di Bali yg merupakan mayoritas, dan itu membahayakan keselamatan saudara saudara kita muslimin, karena mereka bisa saja di provokasi oleh fihak musuh islam untuk memerangi dan mempersulit dakwah muslimin, maka maksud kedatangan saya kepada Raja Bali adalah menjalin hubungan erat dengan pimpinan adat tertinggi di Bali yg sangat berpengaruh disana.

Minggu, 14 Maret 2010

Laporan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat


Kamis, 9 oktober 2008, Dinihari sebelum subuh saya terkaget dari tidur, ternyata suara gemuruh hujan deras yang seakan akan menghancurkan atap dari dahsyatnya, saya kembali tidur beberapa saat dan kemudian bangun untuk Qiyamullail, lalu termenung sambil berdzikir dan doa, sungguh perjalanan yang sangat melelahkan, namun haru dan gembira,

Ternyata mereka yang tidak tidur malam itu untuk memasang umbul umbul Majelis Rasulullah saw dan spanduk serta baliho Majelis Rasulullah, mereka mengatakan malam itu hanya hujan gerimis, tak ada hujab deras.., lalu hujan deras apa yang membuat saya bangun dari tidur semalam..?, Wallahu A'lam

Pk 8.30 WIT (6.30 wib), riuh suara arak arakan masyarakat untuk menyambut kedatangan kami sudah semakin ramai, sekaligus acara halal bihalal, tabuhan hadroh yang khas papua sangat mengharukan, ratusan muslimin sudah memenuhi halaman parkir hotel dan mereka berdiri memegang spanduk dan baliho menyambut kedatangan saya, subhanallah… subhanallah.., kami keluar menyambut mereka, maka riuh sambutan mereka dan saya berpelukan dengan para tokoh masyarakat setempat, mereka menangis haru, sebagian orang orang tua menjerit dalam tangis.. Ada apakah gerangan..?

Rabu, 10 Februari 2010

K O K O D A, Irian Barat (Sebuah Perjalanan Perluasan Dakwah Islam di Bumi Pedalaman Irian)


Pk 6.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat) Selasa 26 Januari 2010 kami empat personil, Munzir Almusawa, Saeful Zahri, Hamidi Sanusi, Muhamad Ainiy, kami meninggalkan Bandara Soekarno hatta Jakarta dengan penerbangan Garuda Air menuju Makasar (ujungpandang), kami diantar oleh beberapa Crew penyambutan khusus Divisi Majelis Rasulullah saw dari para staf Bandara Soekarno untuk diantarkan ke pintu pesawat dan memperlancar segala sesuatunya, mereka pula yg selalu menjadi crew penyambutan kedatangan para tamu Majelis Rasulullah saw, termasuk saat kedatangan Guru Mulia ke Jakarta. Pesawat lepas landas tepat 06.00 WIB menuju Makasar untuk meneruskan menuju Sorong Irian Barat dengan penerbangan Merpati Air

Kami tiba tepat waktu skedul, yaitu 9.15 WITA (Waktu Indonesia bagian tengah, yaitu 8.15 WIB) di Bandara Hasanudin Makasar, lalu segera berpindah ke pesawat Merpati Air dg skedul keberangkatan pk 9.35 WITA (8.35 WIB), keberangkatan tepat waktu menuju Sorong, saya duduk di sebuah kursi bersebelahan dengan Bang Ipul (Saeful Zahri), lalu tiba tiba seorang penumpang mengarahkan foto pada saya dan memfoto sambil terburu buru izin memfoto, selepas itu saya tanyakan padanya apakah ia wartawan?, ternyata bukan wartawan, dan beliau (saya tidak berkenan menyebut namanya sebab tidak sempat minta izin untuk menampilkan namanya di laporan ini risau beliau tidak berkenan), ia seorang karyawan disuatu perusahaan penerbangan dan merupakan orang yang berada, terbukti pengakuannya bahwa beliau ke Sorong adalah untuk Tamasya Memancing, beliaupun dari Jakarta bersama temannya.

Beliau sangat mengejutkan saya ketika saya Tanya siapa diri beliau, bapak setengah baya itu berkata : “Saya (…..) saya semalam terjebak macet 1 jam di Pancoran Pasar Minggu saat majelis ustaz berlangsung..!”.