"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Tampilkan postingan dengan label Isi Buku Cahaya Cinta Habib Mundzir Al Musawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isi Buku Cahaya Cinta Habib Mundzir Al Musawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

Buku Cahaya Cinta Habib Munzir Al Musawa


1. Download e-book EDISI PERTAMA (format .pdf) di sini
2. Download e-book EDISI KEDUA (format .pdf) di sini
(edisi kedua isinya hampir sama dengan edisi pertama, hanya ada penambahan kisah dari 22 kisah menjadi 42 kisah)

e-book Cahaya Cinta Habib Mundzir Al Musawa
dikompilasi dari www.majelisrasulullah.org dan sumber lainnya. Dari sekain banyak isi website www.majelisrasulullah.org terselip kisah-kisah hikmah dari Habib Munzir al Musawa. Kisah-kisah yang menarik itu kadang saya copy dan saya simpan sebagai ‘koleksi’. Mengingat banyaknya ilmu yang bisa didapat dari berbagai kisah itu, maka akan menjadi lebih bermanfaat jika kisah-kisah penuh hikmah itu juga dibaca orang lain dan diambil manfaatnya. Maka saya mengumpulkannya menjadi satu e-book agar lebih praktis dan mudah dibaca.

Mengenai tanggapan Habib Munzir al Musawa tentang e-book ini bisa dibaca di sini.

Jika ingin membaca isinya, tinggal klik judulnya di Daftar Isi berikut dibawah ini.
Terimakasih, semoga bermanfaat.

DAFTAR ISI
Mengenal Habibana lebih dekat
1. Biografi
2. Majelis Rasulullah SAW
3. Mendengarkan Habibana Bercerita
4. Keseharian Keluarga Habibana
5. Habib Munzir VS Preman
6. Cara Mendidik Anak
7. Mengatur Waktu
8. Pendapat Habib
9. Cincin di Jari Kelingking
10. Imamah
11. Sholawat yang Disukai
12. Nasab Kepada Rasulullah SAW
13. Sanad Akhlaq
14. Sanad Mahabbah
15. Pesan dan Wasiat Habib Munzir Al Musawa

Guru Beliau al Habib Umar bin Hafidz
16. Al Habib Umar bin Hafidz
17. Aku Pamit Wahai Guru Nan Lembut dan Damai
18. Ku Bersimpuh Rindu pada Sang Guru
19. Safar Mahabbah
20. Wasiat Guru Mulia

Perjalanan Dakwah
21. Perjalanan Dakwah ke Manokwari Papua (I)
22. Perjalanan Dakwah ke Manokwari Papua (II)
23. Perjalanan Dakwah ke Kokoda Irian Barat
24. Sekilas Kabar dari Kota Cahaya
25. Sukoredjo, Pandaan, Malang Jawa Timur
26. Sekilas Kabar Dakwah di Malaysia
27. Singapura dan Kualalumpur
28. Denpasar Bali (I)
29. Denpasar Bali (II)
30. Bengkalis Pulau Suci
31. Lirboyo Kediri dan Langitan Tuban

Cerita dari Jama’ah
32. Wahai Laskar Sayyidina Muhammad SAW
33. Surat Cinta dari Papua
34. Lucunya Anak Ini
35. Akhirnya Aku Temukan Jalan Itu
36. Gara-Gara MR
37. Do’a Habib Luthfi bin Yahya
38. Love at 1st Sight
39. Kecintaan Anak Kecil Kepada Gurunya
40. Fii Hawa
41. Malam 17 Agustus dengan Lafdhul Jalalah
42. Awan Membentuk Lafadz Allah di Monas

Kisah tambahan Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawa


SEKILAS MENGENAI ISINYA
Sekilas isinya:
PERJALANAN DAKWAH KE KOKODA IRIAN BARAT
Disepanjang jalan di luar kota Sorong kami tak menemukan kampung Muslimin, hanya wilayah non Muslim dan tempat peribadatan mereka yang megah yang terus terlihat sepanjang jalan. Namun masyarakat ramah, walau kami semua berpakaian islami namun mereka tetap ramah walau mereka non Muslim.
Di tengah perjalanan mobil kami berhenti, karena seorang tokoh agama non muslim wanita yang sudah berusia sekitar 50-an ingin menumpang ke Taminabuan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

1. Biografi

- - - Bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll. tapi justru mewarnai semua gerak-gerik kita dengan kehidupan yang Nabawiy. - - -

2. Majelis Rasulullah SAW

- - - Sebagaimana para ulama dan habaib angkatan-angkatan abad ke-18 dan yang sebelumnya hingga zaman Wali Songo di abad-abad sebelumnya… metode dakwah Nabi saw yang kami pelajari dari guru kami, dan guru kami adalah pemegang sanad guru… bersambung dengan sanad muttashil hingga Rasulullah saw…
Memang tampaknya cuma kumpulan sufi yang shalawatan, main rebana dan hadroh… Tunggulah 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, 30 tahun lagi… akan muncul jutaan pemuda-pemudi yang beridolakan Nabi saw… Laskar pembela Nabi dan sunnah beliau saw yang tidak hanya terbatas dan terpaku dengan senjata, tapi berpolitik, berdagang, bekerja di pasar, di jalan, di perkantoran, di rumah-rumah, di pemerintahan, di istana, dimanapun. Mereka tak diajari memberontak Negara, atau memerangi sesama.
Mereka diajari akhlak Rasul saw. dan kasih sayang… berakhlak dan tidak radikal, menghargai sesama… - - -

3. Mendengarkan Habibana Bercerita

- - - Suatu hari saya dilirik oleh Guru Mulia dan berkata, “Namamu Munzir? (munzir=pemberi peringatan),” Saya mengangguk, lalu beliau berkata lagi, “Kau akan memberi peringatan pada jamaahmu kelak!”
Saya akan punya jamaah? saya miskin begini…. - - -

4. Keseharian Keluarga Habibana

- - - Mereka sering mendapat uang hadiah dari jamaah. Mereka menyimpannya di celengannya. Saya tanya untuk apa kalian menyimpan uang itu? Mau beli apa? Sepeda? Mobil-mobilan? Atau apa? Mereka katakan, “Kami mau menabung untuk bisa pergi ke Madinah untuk ziarah Nabi saw. Kami mau beli pesawat sendiri. Jadi bisa mengajak jamaah majelis ramai-ramai ke Madinah. Muhamad jadi pilotnya, Hasan jadi kondekturnya, dan Fatimah jadi pramugarinya.”.
Saya hanya bisa geleng-geleng dan membiarkan saja. - - -

5. Habib Munzir VS Preman

- - -Sungguh orang-orang yang terjebak dalam kemungkaran itu mempunyai hati baik di hati kecilnya. Saya berkali-kali menemukan itu di hati mereka, namun kebaikan itu tersembunyi dalam kesombongan mereka. - - -

6. Cara Mendidik Anak

- - - Didiklah putra Anda secara bathin dan dhahir, yaitu dengan mengajarkan lafadh yang pertama diucapkannya adalah lafadh ALLAH, sebelum lafadh MAMA atau PAPA.- - -

7. Mengatur Waktu

- - - Hal-hal seperti itu sudah lama sirna dari hari-hari saya, Allah swt menggantikannya dengan ketenangan dan sakinah hingga saya mampu bertahan.- - -

8. Pendaapat Habib

- - - Saya hanya ingin berbakti pada Nabi saw dan guru mulia saya di dunia ini. Saya habiskan segalanya demi cinta, terserah mereka ingin memuji atau mencaci… Poster saya dipajang dimana-mana, namun saya pun banyak yang membenci dan memaki… Di suatu tempat saya dirindukan dan foto saya dipajang sebesar-besarnya, di tempat lain kepala saya dihargai 5 ribu USD bagi yang bisa mendapatkannya… Saya tak perduli lagi dengan itu, saya hanya ingin Sang Kekasih (saw) gembira, dicintai, diidolakan, dirindukan, dan diikuti. - - -

9. Cincin di Jari kelingking

Dari Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
22 Juni 2006

From: Jii
Assalamu'alaikum
Semoga habib dalam lindungan ALLAH SWT dan dalam keadaan sehat selalu. Amin
….
Sebelumnya saya mohon maaf beribu-ribu maaf kepada Habib kalu pertanyaan saya kurang pantas. Begini Habib, saya melihat Habib memakai cincin di jari kelingking, lalu saya juga melihat banyak jama'ah Majelis Rasulullah juga memakainya. Yang mau saya tanyakan apa mereka hanya ikut-ikutan Habib saja atau memang itu sunnah Rasulullah?
….

10. Imamah

Dari Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
21 Juni 2010

From: Zaenal
Assalamualaikum
Moga Habibana senantiasa dalam kemuliaan dan ridho Alloh ta’ala, aamiin.
Bib, ada yang ingin saya tanyakan:
….
Afwan, kalau saya perhatikan imamah (lilitan di kopiah) yg dipakai melilit di peci Habibana kok berbeda dengan lilitan Guru Mulia Habib Umar, kenapa Bib?
Melihat Habib Jindan (Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Alfachriyah Ciledug) juga atau murid Guru Mulia yang lainya sama dengan Guru Mulia. Kalau boleh tahu apakah ada makna khusus antara yang memanjang dengan yang seperti Habibana?
Syukron
alfaqir

11. Sholawat yang Disukai

Dari Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
7 Februari 2008

From: Danang
Assalamu'alaikum Habib Munzir yang saya rindukan
Shalawat apa yang paling Habib Munzir sukai dan bagaimanakan bunyinya?
Saya ingin sekali bershalawat dengan shalawat yang Habib sukai, paling tidak sebagai penawar kerinduan saya kepada Habib Munzir.
Terima kasih

12. Nasab Kepada Rasulullah SAW

Dari Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
16 Oktober 2007

From: Feri
Assalamualaikum Wr. Wb.
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf sebelumnya Bib. Pada kesempatan ini saya ingin menanyakan tentang silsilah Habib sendiri sampai dengan Rasullalah SAW.

13. Sanad Akhlaq

Dari Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
27 Mei 2008

From: Adhi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Hb. Munzir yang dimuliakan Allah swt, semoga saat ini Ayahanda dalam keadaan sehat wal afiat.
Karena ananda baru memjadi member MR jadi banyak yang belum tau dan banyak juga pelajaran-pelajaran jauh tertinggal yang belum ananda dapatkan. Karena itu ada beberapa yang ingin ananda tanyakan pada Ayahanda Habib, seperti:
1. Sanad Hadits Bimbingan Akhlak
2. Sanad Mahabbah

14. Sanad Mahabbah

Habib Munzir bin Fuad Almusawa
dari Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidh
dari Guru beliau Al Alamah Alhabib Ibrahim bin Yahya
dari Guru beliau Syeikh Muhammad Yasin Al Fadani
dari Guru beliau Syeikh Umar Hamdan
dari Guru beliau Syeikh Falih Addhahiriy
dari Guru beliau

15. Pesan dan Wasiat Habib Munzir Al Musawa

- - - Maka Rasulullah saw terus mengajakku masuk, "Masuklah... kau sudah kelelahan… kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah). Tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah di sini bersamaku… serumah denganku… seatap denganku…. makan dan mium bersamaku.... masuklah!"
Lalu aku berkata, "Lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasulullah saw).”
Maka beberapa orang menjawab di belakangku, “Wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita-citamu...! Masuklah…!" - - -

16. Al Habib Umar bin Hafidz

- - - Kami teringat malam itu beliau mengumpulkan seluruh mereka dan murid-muridnya yang lain. Lalu beliau memberi nasihat, lalu tiba- tiba nasihatnya terhenti... Suasana pun mencekam, tiba-tiba beliau mulai menangis... menangis... menangis sekeras-kerasnya, seraya berkata, "Bila Dia (Allah) bertanya kepadaku kelak tentang kalian… Bila Dia meminta pertanggungjawaban dariku atas kalian… Bila Dia menanyaiku… dan bila sang Nabi bertanya pula kepadaku tentang perbuatan kalian… aku harus bertanggungjawab. Demi Allah, kalau ditindihkan gunung besar di atas kepalaku hingga aku lumat dan lebur menjadi debu, itu jauh lebih baik dari pada sampainya berita tentang buruknya amal kalian kepada sang Nabi (saw)?"
Lalu beliau bermunajat dengan tangisnya agar seluruh muridnya dilimpahi hidayah dan keluhuran. - - -

17. Aku Pamit Wahai Guru Nan Lembut dan Damai

- - - Sang Guru tersenyum, terdiam, lalu berbisik lembut, “Apa yang kau risaukan?” Aku berkata, “Musuh semakin banyak, saya risau mereka akan merusak perjuangan kita, saya tidak mau memerangi mereka, saya selalu memaafkan mereka sebelum mereka meminta maaf, namun saya risau pula karena mereka terus ada.”
Sang Guru berkata lirih, “Kita kelompok damai yang tidak memusuhi, semoga Allah menenangkan kita dari gangguan musuh.”
Aku berkata lirih, “Apa yg harus saya lakukan?” Maka guru berbisik lembut, “Kita adalah kelompok damai. Kita adalah kelompok yang selalu berdoa. Kita berusaha dengan naungan doa. Kita bekerja dengan naungan doa. Kita beraktifitas dengan naungan doa. Doa kepada Allah, doa kepada Allah, doa kepada Allah.”
Aku menunduk... mulai kurasa bahwa aku telah banyak menyita waktu guru… aku berbisik di sela-sela tangis, “Saya pamit.” Guru menjawab, ”Ku titipkan engkau pada Allah. - - -

18. Ku Bersimpuh Rindu pada Sang Guru

- - - Selepas beliau menyampaikan tausiah, maka pimpinan pendeta ditanya, “Bagaimana pendapatmu terhadap Islam?”
Maka ia menjawab, “Aku benci Islam, namun aku cinta pada orang ini.” Maka Guru Mulia menjawab, “Jika kau mencintaiku akan datang waktunya kau akan mencintai Islam.”
Lalu Guru Mulia ditegur, bagaimana melakukan shalat di gereja? Beliau menjawab, “Aku melakukannya karena aku tahu tempat ini akan menjadi masjid kelak.” - - -

19. Safar Mahabbah

- - - Dan kesimpulan dari wejangan dari instruksi beliau adalah tetap bertahan dengan kelembutan dan terus maju tanpa ragu, terus menyayangi dan menyeru hampa pendosa dan terus menembus hamba yang terjebak kedalam kehinaan… Mulai mengarah kepada instruksi inststuksi berat yang membuat tenggorokan hamba kering… beban sangat berat dilimpahkan pada hamba untuk melanjutkan tugas dengan lebih berhati-hati, lebih jeli, lebih perhatian, lebih awas, lebih lembut, lebih nabawiy, lebih tidak terpengaruh dengan mereka yang mengacau rencana dan perjuangan yang telah diinstruksikan beliau. Dan dengan menjalankan apa-apa yang diperintahkan maka insya Allah akan terbit cahaya limpahan kebaikan yang dahsyat dan hal-hal yang sangat agung.” - - -