"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

Yuk Kembali ke al Qur'an dan Hadits!


Dalam seminar di Aceh beberapa waktu yang lalu, Habib Jindan bin Novel Bin Jindan mengatakan bahwa Ajakan Kembali pada Alquran dan Hadist di masa sekarang tanpa mengikuti mazhab adalah bahasa yang sesat. Karena mereka tidak paham, bahwa mengikuti mazhab Syafi'i berarti kembali pada Alquran dan Hadist menurut pemahaman Imam Syafi'i, mengikuti Mazhab Hanafi adalah kembali pada Alquran dan Hadist berdasarkan pemahaman Imam Hanafi, mengikuti Mazhab Hambali adalah kembali kepada Alquran dan Hadist berdasarkan pemahaman Imam Hambali. Mengikuti Mazhab Maliki adalah kembali kepada Alquran dan Hadist berdasarkan pemahaman Imam Maliki.

Maka jika ada orang yang mengajak kembali kepada Alquran dan Hadist tanpa bermazhab, itu sama dengan mengajak kembali kepada Alquran dan Hadist menurut pemahaman orang tersebut.

Maka jelas para Imam Mazhab lebih bisa dipercaya daripada umat hari ini, karena mereka lebih dekat sanadnya kepada Rasulullah Shollallohu 'Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam dan menghafal RATUSAN RIBU HADIST, Bahkan Imam Hambali menghafal SEJUTA HADIST.

Wallahualam.

Credit: Alhadi Ibrahim.
Sumber: Fb "Ngaji Yuk"

Senin, 25 November 2013

Hijab pada Wanita

Hijab secara bahasa adalah penutup/penghalang/pembatas.
Secara Syari'ah : penutup aurat berupa kain atau benda apapun yg menghalangi terlihatnya warna kulit (tidak transparan seperti plastik, kaca, dlsb.) bagi pria menurut Madzhab Syafi'i adalah antara lutut dan pusar, bagi budak adalah dua kemaluannya. Dan bagi wanita adalah seluruh tubuhnya dalam Madzhab Syafi'i, dan pendapat lain mengatakan seluruh tubuhnya kecuali wajah.

Dan bagi kita untuk sedikit demi sedikit merangkak pada syari'ah, kalau ia wanita yang biasa membuka auratnya, maka baiknya ia memulai dengan menggunakan pakaian panjang, atau celana panjang, lalu mulai mengenakan jilbab ringkas, lalu berjalan waktu dengan kemuliaan yang ada pada imannya untuk menggunakan jilbab yang lebih menutup seluruh rambut dan lehernya, lalu kemudian ia meningkat kepada hal yang lebih mulia, yaitu meninggalkan pakaian-pakaian ketatnya menuju kepada kesempurnaan puncak, yaitu sempurnanya syari'ah atas mereka, yaitu menutup seluruh tubuhnya dan menggunakan pakaian yang longgar.

Rabu, 05 September 2012

Darokah Yaa Ahlal Madinah, Yaa Tarim Wa Ahlaha

Pernah melihat logo ism seperti di samping ini?
Logo ism yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta'lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker. Saya di jalan juga sering melihat mobil-mobil di kaca belakangnya di tempel stiker logo ini. Banyak yang bertanya-tanya, logo apa itu...?

Huruf 'ha' ditengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan "Darakah Ya Ahlal Madinah", di bawahnya bertuliskan "Ya Tarim Wa Ahlaha", di samping kanannya bertuliskan lafzhul jalalah yang berbunyi "Ya Fattah" dan di samping kirinya "Ya Rozzaaq". Di atas huruf 'ha' bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf 'ha' bertuliskan angka 110.

Fadhilah dan Syarah Ratib al Haddad

Ratib Al-Haddad

Susunan
الإمام القطب عبد الله بن علوي الحداد
Al-Imam Al-Qutub Abdullah bin Alawi Al-Haddad

A. Pendahuluan
Ratib Al-Haddad ini mengambil nama sempena nama penyusunnya, iaitu Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Daripada doa-doa dan zikir-zikir karangan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).
Ratib ini disusun bagi menunaikan permintaan salah seorang murid beliau, ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah bagi mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu. 

Kamis, 12 Juli 2012

Membina Keluarga

Suatu ketika ada yang bertanya kepada Habib Munzir al Musawa, bagaimana Habibana membina keluarganya.

Beliaupun menjawab:
"Saya? Membina keluarga saya? Saya berusaha membina keluarga saya untuk selalu dalam naungan sunnah Nabi saw semampunya, sisanya saya selalu bermunajat pada Allah agar Allah turut berperan serta dalam menuntun mereka dalam keluhuran.... Mengenai istri sholihah, sebaik-baik istri yang sholihah adalah istri yang mencintai sunnah dan berusaha terus mempelajari sunnah dan berusaha pula mengamalkannya.
:)

Rabu, 27 Juni 2012

Mencuri Keridhoan Guru

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu turut membersihkan rumah guru saya (Habib Umar bin hafidz), membantu membawakan sandalnya, terus mendekati beliau agar jika beliau perlu sesuatu saya adalah budaknya yang paling dekat yang siap diperintah.

Terus saya menempel Guru Mulia saya sampai beliau masuk ke rumahnya larut malam. dan sebelum beliau keluar menuju shalat subuh di masjid, saya sudah berdiri mematung di depan pimtu beliau dengan penuh kerinduan, atau sambil duduk. Begitu beliau keluar saya segera menyalaminya dan menjadi ajudannnya sampai masjid. Demikian yang paling sering saya lakukan.

Selepas orang-orang banyak berkumpul di kediaman beliau saya diam saja duduk tanpa hajat. Masing-masing orang mengemukakan hajatnya dan minta doa, saya diam saja menatap beliau sambil menikmati indahnya wajah beliau dan gerak gerik beliau. Jika gelas air minum beliau mulai kosong saya maju mengambilnya dan memenuhinya kembali kecuali jika beliau mengatakan cukup, saya mundur lagi bagai ajudan yang siap menerima perintah.

Maka suatu ketika

Rabu, 20 Juni 2012

Habib Ali Al Jufri - Isra' Mi'raj di Monas Indonesia

 Terjemah Tausiyah Adda'ilallah Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Jufry Pada Peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW di Monas pada tanggal 16 Juni 2012

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Limpahan Puji kehadirat Allah SWT , atas kenikmatan Islam dan kenikmatan Iman. Segala puji atas Kalimah “Laa ilaahaillallah”, Segala Puji Bagi Allah atas kecintaan kepada Sayyidinaa Muhammad SAW yang tersuci yang terpilih yang kita berkumpul untuk mendengarkan daripada sirah Nabi Muhammad SAW. Shalawat dan Salam yang denganya semoga membuka hati seluruh yang hadir disini untuk mencintai Beliau, untuk meminum daripada telaga Haud Beliau, untuk menganut dan mengidolakan Beliau Nabi Muhammad SAW.
Tidaklah yang menguntungkan kita semua terkecuali karena kecintaan kita pada Nabi Besar Muhammad SAW. Kalau bukan karena kecintaan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, maka tidaklah kita dikumpulkan diperkumpulan yang mulia ini. Dan perkumpulan kecintaan kalian ini yang berada dihatimu besar ataupun kecilnya itu adalah kabar gembira. Bahwa engkau mempunyai sambungan yang tiada terputus dengan cinta Nabi Muhammad SAW kepadamu. Rosulullah SAW telah mengisyaratkan tentang cinta yang telah kita sebutkan tadi, bahwa Rosulullah SAW wajah terindah dan akhlak yang terindah serta akhlak para sahabatnya yang memiliki kadar yang tinggi disisi Allah SWT. Rasulullah berkata: “Aku cinta, Aku rindu untuk bertemu dengan umat-umatku” yaitu kalian saudara-saudaraku.

Rabu, 11 April 2012

Terjemahan Kitab Maulid Simtuddurar (Maulid al Habsyi)

Bacaan Shalawat

Shalawat Pertama

Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
Selama cahaya bintang bersinar di ufuk
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
Pemuka, penutup, dan hamba yang didekatkan
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
Insan pilihan dan hamba yang terkasih
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
Selama bulan purnama bersinar dan kegelapan hilang
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
Selama angin pertolongan mengembuskan pertolongan
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
Selama unta masih berjalan di padang sahara
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
dan setiap orang yang bernasab kepadanya
Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW
dan setiap orang yang menjadi sahabatnya

Minggu, 01 April 2012

Bumi Kedamaian



Tarim, Hadramaut...
Walaupun belum pernah ke sana, tapi sering mendengar tentang kota ini, kota yang penuh kesejukan dan kedamaian...

Hadramaut, bumi sejuta wali...
Begitu aku sering mendengarnya...

Teringat para WALISONGO, yang mereka semua berasal dari Hadramaut, yang beberapa abad yang lalu datang ke bumi Nusantara Indonesia, dan dalam sekejap dengan kelembutan dan kasih sayangnya mampu mengislamkan masyarakat Nusantara... inilah salah satu tanda kebesaran Allah, berkah wali-wali Allah dari Hadramaut menjadikan Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia.

Teringat kata-kata dari Habib Munzir al Musawa: Sebagaimana para ulama dan habaib angkatan-angkatan abad ke-18 dan yang sebelumnya hingga zaman Wali Songo di abad-abad sebelumnya berasal dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Atau dari Indonesia yang menimba ilmu di sana, dan kembali ke Indonesia sebagai da'i-da'i pewaris tugas sang Nabi saw untuk berdakwah dengan kelembutan dan kasih sayang kepada penduduk bumi... Sebagaimana sabda Nabi saw, “Iman adalah Yaman.” Dan sabda Nabi saw, “Wahai Allah berkahilah penduduk Yaman dan penduduk Syam.”

Senin, 16 Januari 2012

Berpikir Sejak Bangun


dari Habib Ahmad Bilfagih (Probolinggo)
yang berkata:
Teringat dari pesan salah satu guru kami KH. Qoimuddin (salah satu staf pengajar senior di Ponpes Darullughoh wadda'wah Pasuruan) beliau pernah berkata : "Hendaknya tatkala kita bangun tidur meniatkan 3 hal :
1. saya akan mjalankan perintah Allah dan Rosulnya
2. akan mjauhi larangan Allah dan Rosulnya
3. akan memenuhi hak hamba Allah

Ini adalah amalan setelah bangun dari tidur selain doa bangun tidur, amalan yang mudah namun mengandung pahala yang besar bagi mereka yang mau mengamalkannya, yaitu niat.

karena dengan niat tersebut maka diamnya kita akan mendapatkan pahala
, kenapa demikian?


Kamis, 04 Agustus 2011

Makna Cinta



Kata Habib Munzir al Musawa:
"Cinta adalah suatu gejolak di dalam jiwa untuk dekat kepada sesuatu sedekat mungkin, dan di dalam Islam hal ini diakui hanyalah yang selaras dengan keridhoan Nya swt, karena cinta yang itulah yang abadi dan cinta yang tak selaras dengan keridhoan Allah swt adalah cinta nafsu yang fana."

^^

Senin, 01 Agustus 2011

Kisah Jalan Hidup Mantan Rocker Menuju Kemuliaan



iseng jalan2 ke Forum Tanya Jawab www.majelisrasulullah.org
ga sengaja nemu ini, sebuah kisah dari mantan seorang Rocker.
Bagus, semoga dapat bermanfaat bagi diri saya sendiri dan pembaca semua.
---------------

Judul Asli: Gara-Rara MR (*MR=Majelis Rasulullah)
Berikut ceritanya:
Dalam menyambut dan sebagai tanda syukur al faqir atas hari kelahiran Guru Mulia Al Habib Munzir Al Musawa, MAKA...
Sekilas disini al faqir kan menceritakan betapa keberkahan Habibana Munzir dan kekeutan majelis dzikir serat majelis shalawat telah memberi perubahan yang berarti bagi al faqir.

Semoga niat al faqir dalam menceritakan ini lurus sehingga tak ada riya dalam hati.
Semoga cerita ini dapat dimaklumi jika sedikit
" mengotori" situs mulia ini.
Sungguh hal ini al faqir sampaikan atas dasar syukur kehadirat ALLAH SWT yang menganugerahkan hidayah sehingga dapat bergabung dengan majelis mulia ini.
Jika Allah berkehendak semoga cerita ini bermanfaat bagi mereka yang belum menikmati dan termuliakan dalam majelis ini.
Jika muncul pengingkaran atas keberkahan dzikir dan shalawat dari sebagian saudara muslimin maka mungkin cerita al faqir insya allah menjadikan "sedikit nasehat" bagi mereka.Sebenarnya al faqir malu dan kurang pantas untuk menceritakan sedikit ibadah yang jauh kesempurnaan ini.

"TENTU SAJA SAYA MENYERAHKAN KEBIJAKAN KEPADA AL HABIB, JIKA SAJA CERITA INI BELUM LAYAK DAN KURANG PANTAS DI TAMPILKAN, MAKA AL FAQIR MAKLUM ADANYA"

_______________________________________________________
Sebelumnya bergabung dengan majelis mulia ini hari hari saya selalu dan terus di isi dengan hal yang sia sia belaka.
Idolaku adalah mereka kaum barat dengan musik keras yang penuh umpatan sumpah serapah sebut saja (maaf) limp bizkit/korn/linkinpark/metallica/disturbed dan banyak band aliran keras lainya.Setiap hari tak luput satu dan beberapa kaset dari mereka saya dengar, dengan berteriak teriak memecah telinga yang tentu saja mengganggu tetangga.Moto saya waktu itu , sehingga bangun tidur, akan tidur dan setiap saat selalu memperdengarkan mereka itu.

Suatu ketika

Minggu, 31 Juli 2011

Sifat-Sifat Fisik Nabi Muhammad SAW



Oleh: Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Bin ‘Abbas Al-Maliki al-Hasani

Tubuh Rasulullah saw. Tidak tinggi,juga tidak pendek. Warna kulitnya tidak terlalu putih dan tidak terlalu coklat. Juga rambutnya,tidak terlalu keriting dan tidak pula sangat lurus. Ketika wafat,pada kepala beliau hanya ada dua puluh helai uban.Tubuh beliau amat baik,berdada lebar hingga dua belah pundaknya tampak agak berjauhan. Rambut beliau kadang-kadang dibiarkan panjang hingga menyentuh pundak,kadang dipotong pendek hingga hanya sampai pada bagian bawah telinga.

Beliau berjanggut lebat. Dua tapak tangan dan jari-jarinya berkulit tebal. Kepala dan tulang lehernya besar dan kuat. Bentuk wajahnya agak bulat. Beliau bermata lebar dengan bagian tengah berwarna hitam pekat serta bulu mata yang panjang lentik. Penghujung matanya (saluran air mata) Nampak berwarna kemerah-merahan. Di bagian tengah dada, dari atas memanjang ke bawah hingga pusar banyak tumbuh rambut halus bagaikan lembaran memanjang.

Beliau berjalan kuat-kuat sampai membongkok sedikit seolah-olah sedang berjalan menurun. Wajah beliau bersinar berseri-seri dan cerah bagaikan bulan purnama. Suara beliau nyaring terdengar, dua belah pipinya rata pada permukaan wajahnya, dan bagian rahangnya tampak kokoh. Rata pada bagian dada dan perut. Dari bagian bawah bahu hingga lengan kedua tangannya tumbuh rambut halus,demikian juga pada bagian atas dada. Dua pergelangan tangan beliau tampak kuat dan agak panjang. Dua tapak tangannya besar dan lebar,tidak terlalu padat dengan daging. Pada bagian bawah bahu belakang sebelah kiri terdapat khatam an Nubuwwah (“Stempel Kenabian”) tampak seperti bulatan seperti telur merpati.

Apabila beliau sedang berjalan agak cepat,tanah yang diinjak seolah-olah bergulung-gulung di depannya. Langkah kakinya sama sekali tidak dipaksa-paksakan. Beliau menutupi kepalanya, dan menanggalkan tutup kepalanya sewaktu-waktu, membiarkan rambutnya terurai dan menyisir janggutnya. Beliau memakai celak yang terbuat dari itsmid (para ahli ilmu kimia menyebutnya: antimony) setiap malam,dengan mengusapkannya pada tiap kelopak mata tiga kali sebelum tidur.

Pakaian yang beliau sukai adalah gamis berwarna putih dan habrah (jenis pakaian terbuat dari 8 bulu berwarna agak kemerah-merahan). Lengan gamis beliau memanjang hingga pergelangan tangan. Pada saat-saat badan terasa letih,beliau memakai pakaian longgar berwarna merah tua (agak coklat), izar (semacam sarung) dan rida’ (kain penutup punggung). Ada kalanya beliau memakai pakaian rangkap (dua baju) berwarna seperti warna tanah (a’far). Kadang-kadang beliau memakai jubah agak sempit dengan lengan panjang,dan kadang-kadang juga memakai qaba’ (semacam gamis berlengan melebihi panjang tangan hingga ujungnya dapat dimasukkan ke dalam gamis). Ada kalanya juga beliau memakai ‘imamah (sorban) berwarna hitam dan menyampirkan kedua ujungnya di atas bahu beliau. Kadang-kadang beliau suka memakai kisa’ (semacam kain selimut atau kain panas) terbuat dari bulu. Beliau memakai cincin, Khuf (semacam sepatu terbuat dari kain tebal) dan terompah (na’l).

Sumber : Buku Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW ( Alhawaadits wa al ahwaal an Nabawiyyah) [Karya : Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Bin ‘Abbas Al-Maliki al-Hasani Penerbit : Darul Hidayah Hal 23-24]

Kisah Nyata Kebesaran Pembacaan Maulid Sayyidina Muhammad SAW "Atas Peristiwa Situ Gintung-Jum’at, 27 Maret 2008"


assalamualaikum wr wb

puji syukur kehadirat allah swt dan tak lupa pula kepada junjungan kita dan contoh tauladan kehidupan kita kanjeng sayidina muhammad saw keluarga dan sahabatnya dan mendapatkan safaatnya di akhirat kelak nanti amin ya robbal alamin.
pendosa hanya ingin berbagi kisah nyata dr tausyiah habib umar bin muhsin alattos (beliau asli tegal dan tinggal diciputat) saat isra miraj di didaerah cicadas ,bogor tanggal 24 juli 2011 pukul 10.00 wib ( DISANA ADALAH TEMPAT FAHAM ORANG YANG ANTI MAULID ) dan mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan karena yang benar dr allah swt dan salah dari pendosa .

sebelum terjadinya bencana situ gintung ada ,1 keluarga d malam harinya mempringati maulid nabi muhammad saw dirumahnya karena pas dengan bulan rabiul awal , semua tetangga di undang untuk menghadiri maulid tersebut dan setelah selain maulid meraka makan bersama . setelah acara selesai tetangga pun pulang dan 1 keluarga ini beres rumahnya, sekitar jm 10 malam ibu, anak sdh mulai tidur tetapi bapak dan anaknya belum ngantuk dan istirahat di balai ( tempat dudukan kecil depan rumah) , sekitar jam 11 malam terdengar suara seperti petasan dan tiba air sdh ada di telapan kakinya dan langsung saya bapak membangunkan keluarganya semua dan langsung naik ketas genteng rumah , ternyata situ itu jebol dan banyak rumah yang hancur . tetapi 1 keluarga selamat karena diatas loteng.dan anehnya didalam rumahnya ancur semua tetapi pondasi2 rumahnya kukuh seperi menahan , setalah bencana usai 1keluarga pun turun dr loteng dan seketika rumah tersebut roboh semuanya , dan bapak dr keuarga tersebut berkata " SUBAHANALOH ALLAH SWT TELAH MENYELAMATKAN KITA SEMUA , DAN INI BERKAH PEMBACAAN MAULID TADI MALAM DAN DI BULAN SAYIDINA MUHAMMAD SAW , SAMPAI KAMI SEKELUARGA MELIHAT AIR YANG BEGITU BESAR TETAPI TIDAK MENGHANCURKAN RUMAH KAMI.

alhamdulilah semoga kisah ini dapat kita jadi pelajaran amin. DAN MEREKA YANG MENGATAKAN MAULID ITU BIDAH BIAR SADAR DAN IKUT DULU JANGAN PERNAH NGATAKAN MAULID ITU BIDAH .sekian dari ana mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan
wasallam mualaikum wr wb

#Dari seorang account FB: Muhamad Hafidz Maqmun

Senin, 18 April 2011

Pesan dari Al Habib Umar bin Hafidz


Pesan dari al Musnid al Alamah al Arifbillah as Sayyid al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, disampaikan oleh Habib Munzir bin Fuad al Musawa dalam jalsah Majelis Rasulullah SAW di MAsjid al Munawar Pancoran, tgl 21 Maret 2011

Hadirin hadirat, ada beberapa pesan dari guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, ada hal-hal yang bisa saya sampaikan kepada jamaah ada ada yang tidak bisa saya sampaikan. Diantara hal yang bisa saya sampaikan adalah bahwa beliau menghimbau dan menginginkan kita semua untuk membuat halaqah-halaqah (perkumpulan) ibadah di rumah-rumah, mushalla atau di masjid. Misalnya si fulan sangat gemar membaca Al Qur'an maka buatlah halaqah Al Qur'an dengan mengajak teman-temannya ngaji 5 atau 6 orang atau lebih dengan cara berpindah-pindah dari rumah ke rumah setiap malam atau setiap minggu. Atau jika si fulan sukanya Ilmu Fiqh, maka carilah guru yang bisa mengajar Fiqh dan adakan pertemuan di rumah dengan berpindah-pindah dari rumah ke rumah, mengapa harus berpindah-pindah dari rumah ke rumah? supaya penduduk rumah itu yang tinggal di rumah itu atau yang kebetulan datang berkunjung, mereka juga ikut mendengarkannya. Begitu juga yang suka dzikir atau maulid maka buatlah perkumpulan antara 5, 10 atau 20 rumah,

Kamis, 24 Februari 2011

Al Habib Jindan bin Novel (Pon. Pes. Al Fachriyah)



Sekilas Manaqib Guru Mulia Al Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan.
Pondok Pesantren Al fachriyah, Ciledug, Tangerang Selatan.

letak Ponpes beliau yang cukup dekat dengan kampus STAN, sekitar 3 km dari kampus, sehingga kami sering maen ke Ponpes beliau. Beliau seorang habib, cucu Rasulullah SAW.

HABIB JINDAN BIN NOVEL

Kemampuannya sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969. Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam lingkungan pendidikan yang sarat religius.
Wajah dai yang satu ini tentu sudah banyak dikenal kalangan habaib dan muhibbin yang ada di Indonesia. Usianya masih relatif muda, 31 tahun, namun reputasinya sebagai ulama dan muballig sudah diakui kaum muslimin. Tidak saja di Jakarta, tapi juga di banyak majelis haul dan Maulid yang digelar di berbagai tempat – seperti Gresik, Surabaya, Solo, Pekalongan, Tegal, Semarang, Bandung, Palembang, Pontianak dan Kalimantan. Hampir semua daerah di negeri ini sudah dirambahnya.

Senin, 14 Februari 2011

Yang tulus mencintai...


dengan kelembutan, kemuliaan, dan keluhuran kasih sayang...

Cahaya kebahagiaan senantiasa menerangi hari-hari kita hendaknya...
dimana limpahan rahmat Ilahi senantiasa menyejukkan hati setiap sanubari..

Rabbiy...
bangkitkanlah semangat Ahlul Badr pada jiwa kami...
Hingga beridolakan Ahlul Badr...
beridolakan Imam Ahlul Badr, Sayyidinaa Muhamamad SAW

Sanad cahaya kecintaan ini...
melalui guru-guru kami..
hingga bersambunglah sanad kecintaan ini...
Kepada idola kami, Sayyidinaa Muhammad SAW...

Lambaian cinta warisan agung sepanjang zaman..
Bagi mereka yang tulus mencintai Allah dan Rasulullah SAW.
.


___
Majelis Rasulullah SAW Jakarta 2011
Pecinta Al Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa
www.majelisrasulullah.org

Rabu, 25 Agustus 2010

15 Ramadhan: Sayyid Muhammad Ibn Alawi Ibn Abbas Al-Maliki Al-Hasani


Tepat 6 tahun yang lalu, 15 Ramadhan 1425H / 29 Oktober 2004M, umat islam kehilangan salah satu tokohnya, Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili, Sang Permata Ilmu ini tlah meninggalkan kita untuk menghadap ke Sang Pencipta.

Beliau lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam.

Sayid Muhammad Almaliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih-lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya.