- - - Pagi harinya Syam lantas menemui Habib Luthfi dan berkata bahwa ia di Jakarta membantu dakwah Habib Munzir dengan mengatur lalu lintas. Mendengar hal itu Habib Luthfi kaget dan lantas bertanya apa yang menyebabkan dia berubah niat? Syam lantas menceritakan mimpinya. Habib Lutfi kemudian memeluk Syam dan berkata, "Kamu besok sembuh. Pulang ke Jakarta berkah". Habib Luthfi kemudian mengusap kaki Syam dengan air beberapa kali. - - -
"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)
Sabtu, 08 Oktober 2011
38. Love at 1st Sight
- - - “…Sambil berpikir saya akan datang lagi suatu hari ke depan Habib. Mohon doa untuk memudahkan jalan taubat saya….”
“Anda ke depanlah, kita bisa berpelukan walau sesaat. Saya rindu dengan hamba mulia yang dipanggil Allah dengan cahaya tobat, memeluk mereka adalah memeluk keridhoan Allah swt.” - - -
“Anda ke depanlah, kita bisa berpelukan walau sesaat. Saya rindu dengan hamba mulia yang dipanggil Allah dengan cahaya tobat, memeluk mereka adalah memeluk keridhoan Allah swt.” - - -
39. Kecintaan Anak Kecil Kepada Gurunya
- - - Dari kejauhan habibana sudah melihat anak kecil itu dan tersenyum kepada anak kecil itu, seakan memberikan sambutan untuk anak kecil itu, sepertinya habibana mengucapkan, “MARHABAAN!” sambil tersenyum. - - -
40. Fii Hawa
- - - Bapak itu bertanya, "Itu lagu apa mas?”.… Saya menjawab, "Itu shalawat Pak! Bapak mau saya kirimin?”…. Bapak itu menjawab, "Oh, ga! Makasih. Saat ndenger itu saya kok merinding yah?!”…. Saya menjawab, "Mungkin Bapak tergugah hatinya karena rindu Rasulullah SAW.” - - -
41. Malam 17 Agustus dengan Lafdhul Jalalah
- - - “Kalau saja para nenek moyang kita yang mereka itu adalah para pejuang dan mereka itu di hidupkan kembali… demi Allah… mereka tidak akan ridho atas apa yang telah mereka lihat karena banyaknya panggung-panggung maksiat untuk merayakan kemerdekaan, yang mereka nenek moyang kita telah mengorbankan jiwa dan raganya serta hartanya untuk kemerdekaan ini. Dan hakekatnya kemerdekaan ini tidaklah perlu untuk dirayakan, tapi karena banyaknya panggung-panggung maksiat yang merajalela maka kehadiran kita pada malam ini adalah untuk mengimbangi kemaksiatan tersebut.” - - -
Langganan:
Postingan (Atom)