"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Senin, 28 Januari 2013

Maulid Nabi: Langitpun Ridho dengan Do'a Habib Munzir

Tadi pas Maulid di Monas, Hujan turun seketika lumayan lebat... Jamaah sudah ada yang make payung, namun tetap pada tempatnya masing-masing. Mataku pun langsung menuju kepanggung... Ku cari wajah mulia kecintaanku, wajah nan damai Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa namun tak kudapati beliau, aku cari-cari diseluruh panggung namun tak kudapati, hanya orang-orang Mulia yang diatas panggung memandang kearah kiri mereka...

Ya Habibina turun panggung ketika hujan lebat itu, SEKETIKA ITU PULA LANGIT ENGGAN DAN MALU, DAN HUJAN PUN BERGANTI KESEJUKKAN... Masya Allah, kenapa engkau duhai langit? Apakah engkau tidak tega melihat beliau yang terlalu sering tertatih (bahkan walau dengan kursi roda) namun penuh semangat untuk membimbing para Jamaah? Apapun itu duhai langit, sungguh engkau lebih beradab daripada orang-orang yang membenci dan memfitnah beliau ^_^


Tak lama beliau yang Mulia pun naik ke panggung bersama bapak Presiden SBY, dan saat mahal qiyam selesai, beliau berkata bahwa langit ridho dengan bapak SBY makanya hujan pun berhenti ketika beliau datang ^_^ sungguh mulia sekali akhlak beliau ^_^ padahal beliau yang menganggkat tangan berdo'a di guyuran hujan ^_^

dikutip dari: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=467767999954316&set=a.128247643906355.21151.120416661356120&type=1&relevant_count=1

#
dari twitter @galby06: Jarang2 lihat Habibana Munzir ngeluarin kramat nya, hujan... habib turun angkat tangan beliau, dan hujan pun reda dalam sekejap.SUBHANALLAH

Sabtu, 13 Oktober 2012

Inilah Telaga...


Foto zaman masih kuliah dulu, ketika di Pesantren Al-Fachriyyah Larangan Selatan, Ciledug, Tangerang.

"Inilah telaga... di mana kita belajar mencintai Rasulullah tanpa anarkisme.. saat kita memantapkan keyakinan tanpa sinisme kepada yang berbeda.", kata Kang Zia.
Kata-kata yang begitu sederhana, tapi begitu dalam maknanya... :)

Di tengah hingar-bingar dunia... terasa kedamaian dan kesejukan ketika bersama teman-teman ngaji ke Habib Ahmad dan Habib Jindan di Al fachriyyah.

"Etok-etok ngaji, latihan ngajeni..." atau "Etok-etok ngaji, ben oleh Nasi Kebuli...", begitu celoteh mereka...

Nasi Kebuli, gahwa 'inat, dan kue (gak tau kue apa namanya, hehe...) adalah saksi kebersamaan kita... bau wangi gahru yang dibakar juga masih hangat di ingatan :)

kangen kalian semua teman-teman... santri-santri STAN :)

Allah Allah Ya Allah
Allah Allah Ya Allah

Jammil akhwaalanaa warkham walaa tamtakhinnaa

Rabu, 05 September 2012

Darokah Yaa Ahlal Madinah, Yaa Tarim Wa Ahlaha

Pernah melihat logo ism seperti di samping ini?
Logo ism yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta'lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker. Saya di jalan juga sering melihat mobil-mobil di kaca belakangnya di tempel stiker logo ini. Banyak yang bertanya-tanya, logo apa itu...?

Huruf 'ha' ditengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan "Darakah Ya Ahlal Madinah", di bawahnya bertuliskan "Ya Tarim Wa Ahlaha", di samping kanannya bertuliskan lafzhul jalalah yang berbunyi "Ya Fattah" dan di samping kirinya "Ya Rozzaaq". Di atas huruf 'ha' bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf 'ha' bertuliskan angka 110.

Fadhilah dan Syarah Ratib al Haddad

Ratib Al-Haddad

Susunan
الإمام القطب عبد الله بن علوي الحداد
Al-Imam Al-Qutub Abdullah bin Alawi Al-Haddad

A. Pendahuluan
Ratib Al-Haddad ini mengambil nama sempena nama penyusunnya, iaitu Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Daripada doa-doa dan zikir-zikir karangan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).
Ratib ini disusun bagi menunaikan permintaan salah seorang murid beliau, ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah bagi mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu. 

Kamis, 16 Agustus 2012

Syi'ir Padang Bulan

SYI’IR PADANG BULAN
Oleh: Maulanaa Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
Download versi mp3 nya yg dilantunkan oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di sini

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
[Allohumma Sholli wa Sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin] 2X
[’Adada maa fii ‘ilmillahi Sholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi] 2X
[Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe] 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
[Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore] 2X
[Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji] 2X
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
[Insya Alloh, kito menang lan kabegjan] 2X