"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Kamis, 16 Agustus 2012

Syi'ir Padang Bulan

SYI’IR PADANG BULAN
Oleh: Maulanaa Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
Download versi mp3 nya yg dilantunkan oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di sini

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
[Allohumma Sholli wa Sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin] 2X
[’Adada maa fii ‘ilmillahi Sholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi] 2X
[Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe] 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
[Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore] 2X
[Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji] 2X
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
[Insya Alloh, kito menang lan kabegjan] 2X

Kamis, 12 Juli 2012

Membina Keluarga

Suatu ketika ada yang bertanya kepada Habib Munzir al Musawa, bagaimana Habibana membina keluarganya.

Beliaupun menjawab:
"Saya? Membina keluarga saya? Saya berusaha membina keluarga saya untuk selalu dalam naungan sunnah Nabi saw semampunya, sisanya saya selalu bermunajat pada Allah agar Allah turut berperan serta dalam menuntun mereka dalam keluhuran.... Mengenai istri sholihah, sebaik-baik istri yang sholihah adalah istri yang mencintai sunnah dan berusaha terus mempelajari sunnah dan berusaha pula mengamalkannya.
:)

Selasa, 03 Juli 2012

Ketika Rindu Allah

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya pernah di suatu malam saya rindu pada Allah dan ingin lebih dekat denganNya, maka saya tinggalkan rumah dan mencari masjid. Saya lihat masjid itu terkunci, maka saya hanya duduk di teras masjid yang berdebu, bagaikan pengemis yang mengemis di teras istana Sang Raja.
ah... Indah sekali malam itu.. Hal itu terjadi 11 tahun yang silam, namun kenikmatan dan keindahan malam munajat itu hingga kini masih terasa hangat.

Rabu, 27 Juni 2012

Mencuri Keridhoan Guru

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu turut membersihkan rumah guru saya (Habib Umar bin hafidz), membantu membawakan sandalnya, terus mendekati beliau agar jika beliau perlu sesuatu saya adalah budaknya yang paling dekat yang siap diperintah.

Terus saya menempel Guru Mulia saya sampai beliau masuk ke rumahnya larut malam. dan sebelum beliau keluar menuju shalat subuh di masjid, saya sudah berdiri mematung di depan pimtu beliau dengan penuh kerinduan, atau sambil duduk. Begitu beliau keluar saya segera menyalaminya dan menjadi ajudannnya sampai masjid. Demikian yang paling sering saya lakukan.

Selepas orang-orang banyak berkumpul di kediaman beliau saya diam saja duduk tanpa hajat. Masing-masing orang mengemukakan hajatnya dan minta doa, saya diam saja menatap beliau sambil menikmati indahnya wajah beliau dan gerak gerik beliau. Jika gelas air minum beliau mulai kosong saya maju mengambilnya dan memenuhinya kembali kecuali jika beliau mengatakan cukup, saya mundur lagi bagai ajudan yang siap menerima perintah.

Maka suatu ketika

Jumat, 22 Juni 2012

Sang Murabby: Pelajaran Mengabsen!


Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya dulu saat pesantren bersama guru mulia, jumlah kami dibawah 100 orang, saya sebelumnya penasaran bagaimana guru saya hanya melihat selirik seputar jamaah, lalu menyebut nama murid murid yg tak hadir, apakah ini mukasyafah (kekuatan batin)? Akhirnya saya tanyakan kepada beliau, beliau hanya tersenyum tak menjawab.

Lalu suatu kali saya diberitahu teman-teman, bahwa kita ini kalau tidak pakai absen (di sana saat itu belum mengenal absen karena semua murid bersemangat belajar), maka kita akan merugi pulang ke indonesia dengan ilmu yg mentah.

Maka saya ajukan pada beliau, "Bagaimana jika di absen?,"