"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)


Rabu, 05 September 2012

Darokah Yaa Ahlal Madinah, Yaa Tarim Wa Ahlaha

Pernah melihat logo ism seperti di samping ini?
Logo ism yang sering dijumpai di berbagai majelis-majelis ta'lim/maulid. Ada yang menggunakan logo ini di spanduk, umbul-umbul, bendera, jaket, dll. atau dalam bentuk stiker. Saya di jalan juga sering melihat mobil-mobil di kaca belakangnya di tempel stiker logo ini. Banyak yang bertanya-tanya, logo apa itu...?

Huruf 'ha' ditengah dengan ukuran yang cukup besar, kemudian di atasnya bertuliskan "Darakah Ya Ahlal Madinah", di bawahnya bertuliskan "Ya Tarim Wa Ahlaha", di samping kanannya bertuliskan lafzhul jalalah yang berbunyi "Ya Fattah" dan di samping kirinya "Ya Rozzaaq". Di atas huruf 'ha' bertuliskan angka 1030 dan di tengah huruf 'ha' bertuliskan angka 110.

Fadhilah dan Syarah Ratib al Haddad

Ratib Al-Haddad

Susunan
الإمام القطب عبد الله بن علوي الحداد
Al-Imam Al-Qutub Abdullah bin Alawi Al-Haddad

A. Pendahuluan
Ratib Al-Haddad ini mengambil nama sempena nama penyusunnya, iaitu Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Daripada doa-doa dan zikir-zikir karangan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).
Ratib ini disusun bagi menunaikan permintaan salah seorang murid beliau, ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah bagi mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu. 

Kamis, 16 Agustus 2012

Syi'ir Padang Bulan

SYI’IR PADANG BULAN
Oleh: Maulanaa Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
Download versi mp3 nya yg dilantunkan oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di sini

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
[Allohumma Sholli wa Sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin] 2X
[’Adada maa fii ‘ilmillahi Sholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi] 2X
[Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe] 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
[Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore] 2X
[Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji] 2X
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
[Insya Alloh, kito menang lan kabegjan] 2X

Kamis, 12 Juli 2012

Membina Keluarga

Suatu ketika ada yang bertanya kepada Habib Munzir al Musawa, bagaimana Habibana membina keluarganya.

Beliaupun menjawab:
"Saya? Membina keluarga saya? Saya berusaha membina keluarga saya untuk selalu dalam naungan sunnah Nabi saw semampunya, sisanya saya selalu bermunajat pada Allah agar Allah turut berperan serta dalam menuntun mereka dalam keluhuran.... Mengenai istri sholihah, sebaik-baik istri yang sholihah adalah istri yang mencintai sunnah dan berusaha terus mempelajari sunnah dan berusaha pula mengamalkannya.
:)

Selasa, 03 Juli 2012

Ketika Rindu Allah

Habib Munzir al Musawa bercerita:

Saya pernah di suatu malam saya rindu pada Allah dan ingin lebih dekat denganNya, maka saya tinggalkan rumah dan mencari masjid. Saya lihat masjid itu terkunci, maka saya hanya duduk di teras masjid yang berdebu, bagaikan pengemis yang mengemis di teras istana Sang Raja.
ah... Indah sekali malam itu.. Hal itu terjadi 11 tahun yang silam, namun kenikmatan dan keindahan malam munajat itu hingga kini masih terasa hangat.