Habib Munzir al Musawa bercerita:
Saya pernah di suatu malam saya rindu pada
Allah dan ingin lebih dekat denganNya, maka saya tinggalkan rumah dan
mencari masjid. Saya lihat masjid itu terkunci, maka saya hanya duduk di
teras masjid yang berdebu, bagaikan pengemis yang mengemis di teras istana Sang Raja.
ah... Indah sekali malam itu.. Hal itu terjadi 11 tahun yang silam, namun kenikmatan dan keindahan malam munajat itu hingga kini masih terasa hangat.
"Apabila Engkau sedikit berdzikir (mengingat Allah SWT di dunia) niscaya sedikit pula kesempatanmu memandang-Nya dan kedekatanmu pada-Nya di akhirat." (Al Habib Umar bin Hafidz)
Selasa, 03 Juli 2012
Rabu, 27 Juni 2012
Mencuri Keridhoan Guru
Habib Munzir al Musawa bercerita:Saya dulu turut membersihkan rumah guru saya (Habib Umar bin hafidz), membantu membawakan sandalnya, terus mendekati beliau agar jika beliau perlu sesuatu saya adalah budaknya yang paling dekat yang siap diperintah.
Terus saya menempel Guru Mulia saya sampai beliau masuk ke rumahnya larut malam. dan sebelum
beliau keluar menuju shalat subuh di masjid, saya sudah berdiri mematung
di depan pimtu beliau dengan penuh kerinduan,
atau sambil duduk. Begitu beliau keluar saya segera menyalaminya dan
menjadi ajudannnya sampai masjid. Demikian yang paling sering saya
lakukan.
Selepas orang-orang banyak berkumpul di kediaman beliau saya
diam saja duduk tanpa hajat. Masing-masing orang mengemukakan hajatnya
dan minta doa, saya diam saja menatap beliau sambil menikmati indahnya
wajah beliau dan gerak gerik beliau. Jika gelas air minum beliau mulai
kosong saya maju mengambilnya dan memenuhinya kembali kecuali jika
beliau mengatakan cukup, saya mundur lagi bagai ajudan yang siap menerima
perintah.
Maka suatu ketika
Maka suatu ketika
Jumat, 22 Juni 2012
Sang Murabby: Pelajaran Mengabsen!
Habib Munzir al Musawa bercerita:
Saya dulu saat pesantren bersama guru mulia, jumlah kami dibawah 100 orang, saya sebelumnya penasaran bagaimana guru saya hanya melihat selirik seputar jamaah, lalu menyebut nama murid murid yg tak hadir, apakah ini mukasyafah (kekuatan batin)? Akhirnya saya tanyakan kepada beliau, beliau hanya tersenyum tak menjawab.
Lalu suatu kali saya diberitahu teman-teman, bahwa kita ini kalau tidak pakai absen (di sana saat itu belum mengenal absen karena semua murid bersemangat belajar), maka kita akan merugi pulang ke indonesia dengan ilmu yg mentah.
Maka saya ajukan pada beliau, "Bagaimana jika di absen?,"
Rabu, 20 Juni 2012
Habib Ali Al Jufri - Isra' Mi'raj di Monas Indonesia
Terjemah
Tausiyah Adda'ilallah Al Habib Ali Bin Abdurrahman Al Jufry Pada
Peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW di Monas pada tanggal
16 Juni 2012
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Limpahan Puji
kehadirat Allah SWT , atas kenikmatan Islam dan kenikmatan Iman. Segala
puji atas Kalimah “Laa ilaahaillallah”, Segala Puji Bagi Allah atas
kecintaan kepada Sayyidinaa Muhammad SAW yang tersuci yang terpilih
yang kita berkumpul untuk mendengarkan daripada sirah Nabi Muhammad
SAW. Shalawat dan Salam yang denganya semoga membuka hati seluruh yang
hadir disini untuk mencintai Beliau, untuk meminum daripada telaga Haud
Beliau, untuk menganut dan mengidolakan Beliau Nabi Muhammad SAW.
Tidaklah yang menguntungkan kita semua terkecuali karena kecintaan kita pada Nabi Besar Muhammad SAW. Kalau bukan karena kecintaan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, maka tidaklah kita dikumpulkan diperkumpulan yang mulia ini. Dan perkumpulan kecintaan kalian ini yang berada dihatimu besar ataupun kecilnya itu adalah kabar gembira. Bahwa engkau mempunyai sambungan yang tiada terputus dengan cinta Nabi Muhammad SAW kepadamu. Rosulullah SAW telah mengisyaratkan tentang cinta yang telah kita sebutkan tadi, bahwa Rosulullah SAW wajah terindah dan akhlak yang terindah serta akhlak para sahabatnya yang memiliki kadar yang tinggi disisi Allah SWT. Rasulullah berkata: “Aku cinta, Aku rindu untuk bertemu dengan umat-umatku” yaitu kalian saudara-saudaraku.
Selasa, 22 Mei 2012
Yang Terindah.....
Dia seorang mualaf…
Suatu ketika… aku bertanya padanya, “Menurutmu apa yang
paling indah dalam Islam?”
Tanpa berpikir panjang , dia segera menjawab, “Cinta Rasul…
Mengingat Rasulullah dan cinta beliau kepada umatnya selalu saja membuat hatiku
berbunga-bunga.”
(Bidadari Bumi)
….
“Demi Allah, ulang-ulanglah mengingat sifat-sifat Nabi
Muhammad SAW, agar menjadi penawar dan pengikis kotoran-kotoran hati.”
(Maulid Dhiyaullami’ – al Habib Umar ibn Hafidz)
….
Langganan:
Postingan (Atom)



